Selamat datang di Blog Karya Islami

Yaa Allah, Guide me all the way to Your Jannah...

Minggu, 13 Maret 2011

Partikel Subatom Telah Dibahas Dalam Al-Qur'an!



Atom, merupakan partikel terkecil dari benda. Tak perlu heran, karena, dalam setitik debu pun jumlah atomnya bisa mencapai jutaan bahkan miliaran. Pemikiran tentang atom ini dimulai oleh Democritus, seorang filsuf Yunani. Ia mendefinisikan atom sebagai "benda yang tidak dapat dibagi lagi". Namun, seiring berkembangnya teknologi, mulailah ditemukan partikel-partikel subatom. Berawal dari pernyataan John Dalton bahwa atom seperti "bola pejal" (yang berarti atom memiliki isi), para ilmuwan pun berlomba-lomba untuk mencari, apa sebenarnya isi dari atom tersebut?

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, ilmuwan-ilmuwan ternama pun mulai mengajukan model atom beserta partikel subatomnya. Lihat saja J.J. Thomson (penemu elektron), dengan model atom roti kismisnya. Lalu Goldstein dengan temuan protonnya, dan James Chadwick dengan neutron temuannya. Ernest Rutherford dengan teori elektron mengitari inti atom, Niels Bohr dengan lintasan elektronnya, dan Louis de Broglie dengan 'kebolehjadian' letak elektron. Pada penelitian akhir-akhir inipun, ilmuwan mulai menemukan partikel-partikel subatom lainnya. Sebut saja quark, antineutron, positron, lepton, dsb.

Ternyata, penemuan-penemuan mengagumkan di atas telah dibahas dalam Al-Qur'an! Tertulis dalam firman Allah SWT: "...Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)." (QS. Saba': 3)

Al-Qur'an sudah membahasnya 13 abad sebelum penelitian partikel subatom dimulai! Masuk akalkah jika pada zaman Rasulullah SAW telah ada penelitian macam ini? Masuk akalkah jika Al-Qur'an itu merupakan hasil goresan tangan manusia? Subhanallah... Al-Qur'an memang selalu menyimpan banyak sekali ilmu pengetahuan jika kita mau merenunginya. Tak ada kecacatan didalamnya, meski kita berusaha sekeras mungkin untuk menemukan kesalahan di dalamnya.
****

Sumber: Buku Miracle of The Qur'an karya Caner Taslaman (dengan pengubahan)

2 komentar:

  1. bang Admin yang terhormat,

    sepertinya sangat ironi sekali miracle-miracle yang anda ceritakan khususnya mengenai kebenaran2 yang diberitakan oleh al Quran, sebab menurut saia, masih sangat jauh dari "Umat Yang Terpilih" oleh Allah ketika mencoba menggambarkan kondisi islam dimasa sekarang,

    dimana kondisinya banyak orang memeluk agama islam,, bahkan didalam al Quran digambarkan bahwa islam sebagai rumah yang kokoh, dan muslimin adalah hamba2nya yang kuat. tetapi melihat kenyataan sekarang ini jauuuuuhhhh dari kondisi tersebut.

    seperti yang telah di nubuatkan Rasulullah, kondisi islam yang rapuh di saat para pemeluknya yang berjubel. mengaku islam tetapi hanya sebatas pengakuan (mungkin termasuk saya ini),,

    ironi. bagaimana umat muslim bisa menjadi umat terpilih yang dijanjikan Allah jika kondisinya seperti ini?

    keterbelakangan, kekurangan, ketidak merataan, ini jauh dari yang Allah harapkan melalui agama islam....

    bagaimana harusnya umat islam menyikapi ini?

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah kalau saudara Wid dapat memikirkan kondisi Islam sejauh ini, dan mengkhawatirkannya...
    Sebenarnya, ini adalah akibat dari jauhnya kita kepada Allah SWT, sehingga -mungkin- Islam tidaklah membekas di hati.

    Islam memang rumah yang kokoh, itu benar sekali, karena ia dilandasi oleh dalil-dalil agama dan bukti-bukti ilmiah yang kuat. Sejarahpun mengatakan begitu, tak ada yang berani menyangkal kalau Islam merupakan agama yang kuat. Sayangnya, sekarang ini kondisinya memang seperti yang anda gambarkan. Oleh karena itu, tugas kita, sebagai org2 yg sadar akan ketertinggalan org2 Islam kebanyakan, adalah menyeru mereka kembali kpd jalan-Nya yang lurus.

    Sikap yg harus diambil adalah, kita perdalam agama kita, kita perdalam IPTEK, perkuat jasadiyah (badan), fikriyyah (intelektual) dan ruhiyyah (spiritual) kita. Waspada terhadap musuh2 Islam yg sudah meluncurkan berbagai pemikiran2 menyeleweng, semacam liberal dan pluralisme. Perkuat pondasi keimanan, berdoa kepada Allah SWT, agar diberi ketabahan menghadapi serangkaian gelombang-gelombang perusak iman. Yakinlah akan pertolongan Allah, seperti yakinnya Bilal bin Rabah akan keesaan Allah. Inilah yang mungkin harus kita lakukan untuk membangkitkan kembali Islam Diinullah...

    Allahu Akbar... Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus