Selamat datang di Blog Karya Islami

Yaa Allah, Guide me all the way to Your Jannah...

Selasa, 08 Februari 2011

Strategi Perang Udara Ada di Al-Qur'an!



Perang Udara zaman ini sudah menggunakan pesawat tempur canggih, helikopter, dan sebagainya. Namun, tahukah kita bahwa sebenarnya strategi 'menyerang dari udara' telah dicantumkan dalam Al-Qur'an 14 abad yang lalu! Di mana saat itu belum ada pesawat. Lalu, menggunakan apa?

Penjelasan inipun sebenarnya secara gamblang disebutkan dalam Al-Qur'an (namun baru sekarang saya menyadarinya). Bahkan, surat ini telah kita hafal sejak kita kecil. Ya, surah itu adalah Surah Al-Fiil.

Pada permulaan surah Al-Fiil, Allah bertanya,"Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak pada pasukan bergajah?". Ini merupakan ajakan agar kita berpikir, apa yang Allah lakukan terhadap pasukan bergajah itu. Pada ayat-ayat lainnya, Allah juga sering mengajak kita untuk berpikir. Seperti ungkapan "Tidakkah kamu berpikir?" atau "Pada perumpamaan itu terdapat tanda2 bagi org yg berpikir." dan ungkapan2 lainnya.

Baiklah, langsung ke inti pembahasan. Allah berfirman,"Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang terbakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)." (QS.Al-Fiil: 3-5)

Pada zaman itu, belum pernah ada yang berpikir untuk terbang, apalagi menyerang dari udara. Hal ini terus berlanjut sampai Wright bersaudara menemukan pesawat terbang. Pesawat tempur yang bisa digunakan untuk berperang pun baru ditemukan di awal abad ke-20. Namun, Al-Qur'an sudah membahas ini jauh sebelum ditemukan itu semua!

Lihatlah ayat ini, Allah mengirimkan burung Ababil untuk melemparkan batu2 yg terbakar. Hal ini sama dengan pesawat yang menjatuhkan bom di sebuah kota. Lalu, ayat terakhir mengatakan kalau pasukan bergajah seperti daun-daun yang dimakan ulat. Hal ini sama bukan dengan akibat dari bom yang diledakkan pesawat tempur?

Subhanallah, Al-Qur'an telah mengungkapkan 'serangan dari udara' jauh sebelum teknologi kita membuat hal yang serupa. Wallahu A'lam bish-shawwaab.
****

Muhammad Jauhar Al-Fatih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar