Selamat datang di Blog Karya Islami

Yaa Allah, Guide me all the way to Your Jannah...

Kamis, 26 Mei 2011

Rintihan Sang Nurani



Aku terpenjara di sudut hatimu yang sepi
Bertemankan kegelapan, kelaparan dan kehausan yang tak terperi
Di sana, aku berusaha meneriakimu, menasehatimu
Sayang, suaraku terlalu parau untuk sampai padamu

Tembok-tembok yang kau bangun di sekelilingku
Membuatku tersiksa dan terabaikan olehmu
Sementara engkau hiasi dan manjakan jasadmu
Engkau tak peduli dengan aku
Meski aku tergolek, meski aku sudah tak bersamamu

Cahaya-cahaya ilmu yang Allah berikan
Engkau halangi dariku, dengan titik-titik dosa dan kesalahan
Yang bertebaran di hatimu
Membuat hatimu kusam
Hitam
Busuk
Kotor
Gelap
Tanpa pelita

Siraman-siraman rohani tuk menghilangkan dahagaku
Pun kau biarkan ia berlalu
Suarakupun makin parau
Tenggorokanku kering, merindukan siraman hidayah dari Rabbmu
Entah sampai kapan kau tak peduli denganku

Kau perindah tubuhmu, kau kenyangkan perutmu
Kau hilangkan dahaga yang mencekik tenggorokanmu
Kepada diriku, kau biarkan diriku lusuh
Kau biarkan kering tenggorokanku
Kau biarkan kosong perutku

Entah sampai kapan kau terpuaskan oleh anggur dunia
Entah sampai kapan kau memberikan racun itu padaku
Entah sampai kapan kau tak ingin menenggak 'anggur' cinta-Nya
Padahal itu yang kubutuhkan
Tapi sayang, kau tak kunjung memberikannya padaku

Entahlah, aku sudah menasehatimu, hingga parau suaraku
Bila kau tak peduli padaku, aku juga tak peduli denganmu
Silakan kau indahkan saja tubuhmu itu
Aku sudah tak peduli lagi denganmu

"Selamat tinggal, hai manusia"
Itu adalah kata-kata terakhirku untukmu
Sekarang aku sudah tak bernyawa
Terima kasih telah membunuhku
****
Muhammad Jauhar Al-Fatih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar